Jaringan Komputer & Pemodelan Layer di Dalam Jaringan Komputer

by 14.44 0 komentar
I Nyoman Adi Triginarsa
1504505026
Universitas Udayana/Fakultas Teknik/Jurusan Teknologi Informasi
Manajemen Jaringan dan Server (B)
I Putu Agus Eka Pratama, ST MT
I.       DEFINISI JARINGAN KOMPUTER, KONSEP DAN SYARAT
Di jaman sekarang, jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru. Hampir semua layanan digital menggunakan jaringan komputer (terutama internet). Hamper setiap orang saat ini dapat dengan mudah terkoneksi ke internet dan menggunakan layanan-layanan yang ada di dalamnya.
1.         Definisi Jaringan Komputer
Terdapat banyak definisi oleh para ahli mengenai jaringan computer. Penulis menggunakan referensi utama dari buku karya Forouzan. Sehingga definisi jaringan computer disepakati sesuai dengan definisi Forouzan. Menurut Forouzan di dalam bukunya yang berjudul Computer Network A Top Down Approach, disebutkan bahwa jaringan computer adalah hubungan dari sejumlah perangkat yang dapat saling berkomunikasi satu sama lain (a network is a interconnection of a set of devices capable of communication). Perangkat yang dimaksud pada definisi ini mencakup semua jenis perangkat computer (computer desktop, computer jinjing, smartphone PC tablet) dan perangkat penghubung (router, switch, modem, hub).
Jadi, dapat dibayangkan bahwa jika kita menyebutkan jaringan computer (Computer Network), akan terdapat minimal dua buah computer atau perangkat yang saling terhubung satu sama lain. Di dalam sebuah jaringan computer yang lebih luas, akan terdapat beragam perangkat computer dan perangkat terhubung lainnya yang saling terhubung. Terjadi proses komunikasi dan transfer paket data di dalamnya.

2.         JARINGAN KOMPUTER BERDASARKAN MEDIA TRANSMISI
Berdasarkan media transmisi yang digunakan, jaringan komputer dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.
1. Jaringan Komputer Berkabel (Wired Network
Pada jaringan ini media transmisi data yang digunakan berupa kabel. Kabel tersebut digunakan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya agar bisa saling bertukar informasi/ data atau terhubung dengan internet. Salah satu media transmisi yang digunakan dalam wired network adalah kabel UTP.

2. Jaringan Komputer Tanpa Kabel (Wireless Network)
Dalam jaringan ini diperlukan gelombang elektromagnetik sebagai media transmisi datanya. Berbeda dengan jaringan berkabel (wired network), jaringan ini tidak menggunakan kabel untuk bertukar informasi/ data dengan komputer lain melainkan menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mengirimkan sinyal informasi/ data antar komputer satu dengan komputer lainnya. Salah satu media transmisi yang digunakan dalam wireless network yaitu wireless adapter. 


3.         JARINGAN KOMPUTER BERDASARKAN TOPOLOGI
Di dalam jaringan komputer dikenal adanya topologi jaringan. Topologi jaringan komputer didefinisikan sebagai suatu teknis, cara, dan aturan di dalam merangkai dan menghubungkan berbagai komputer dan perangkat terhubung lainnya ke dalam sebuah jaringan komputer, sehingga membentuk sebuah hubungan yang bersifat geometris. Topologi ini bersifat sebuah rancangan (desain), yang kemudian dapat diimplementasikan secara langsung melalui sejumlah perangkat keras penghubung pada jaringan komputer. Berikut merupakan macam-macam dari topologi jaringan komputer.
1. Topologi Bus

Sumber : https://3.bp.blogspot.com/-Ttm0QSYFqk0/VLB7iIYa9XI/AAAAAAAABKc/Y-qjm0c-3aY/s1600/topologi+bus.jpg

Topologi bus bisa dibilang topologi yang cukup sederhana dibanding topologi yang lainnya. Topologi ini biasanya digunakan pada instalasi jaringan berbasis fiber optic, kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan client atau node. Topologi bus hanya menggunakan sebuah kabel jenis coaxial disepanjang node clientdan pada umumnya, ujung kabel coaxial tersebut biasanya diberikan T konektor sebagai kabel end to end.
Kelebihan Topologi Bus :
- Proses biaya instalasi yang cukup murah karena menghemat kabel.
- Mudah dalam hal instalasi
Maintenance jaringan tidak rumit.
- Mudah dalam penambahan client dan tidak mengganggu jaringan yang lain. 

Kekurangan Topologi Bus :
- Jika salah satu kabel pada jaringan putus maka akan mengganggu jaringan yang
lainnya.
- Proses pengiriman dan penerimaan data yang kurang terkoordinir artinya sering terjadi
tabrakan data saat proses pengiriman data.
- Tidak dapat dikembangkan untuk jaringan kedepannya.


2. Topologi Star

Sumber : https://1.bp.blogspot.com/-WZUZCyyqoTQ/VLB7kTjix2I/AAAAAAAABK0/ujv8F0RCNog/s1600/topologi+star.jpg

Topologi star atau bintang merupakan salah satu bentuk topologi jaringan yang biasanya menggunakan switch/ hubuntuk menghubungkan client satu dengan client yang lain.
Kelebihan Topologi Star : 
- Tingkat keamanan yang cukup baik
- Bersifat fleksibel / mudah dalam hal instalasi
- Proses pertukaran data yang tidak terlalu rumit.
- Mudah dalam hal troubleshooting jaringan karena satu client menggunakan satu jalur
akses
- Mudah untuk penambahan dan pengurangan komputer client

Kekurangan Topologi Star :
- Jika switch / hub titik pusat rusak maka seluruh jaringna akan down.
- Jika terlalu banyak pengguna maka lalu lintas akan semakin padat dan membuat
jaringan menjadi lambat.
- Dalam proses instalasi memboroskan banyak kabel.
- Boros kabel maka akan secara otomatis memakan biaya yang cukup banyak.
- Jika port dalam HUB / switch salah satu rusak maka tidak dapat dipergunakan, bahkan
dalam jangka panjang akan merusak port - port yang lain.



3. Topologi Peer To Peer (P2P)

Sumber : https://3.bp.blogspot.com/-X9c7xS9H4sA/VLCYyzwWjxI/AAAAAAAABLY/bUfEtIxNha8/s1600/topologi+peer+to+peer.jpg

Topologi peer to peer merupakan topologi yang sangat sederhana dikarenakan hanya menggunakan 2 buah komputer untuk saling terhubung. Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel yang menghubungkan antar komputer untuk proses pertukaran data.
Kelebihan Topologi Peer to Peer :
Bandwidth yang sangat besar
- Instalasi yang cukup mudah
- Tidak memakan biaya yang mahal
- Masing - masing PC dapat berperan sebagai client maupun server

Kekurangan Topologi Peer to Peer : 
- Segi keamanan sangat kurang.
- Sulit dikembangkan untuk kebutuhan kedepannya. 


4. Topologi Ring

Sumber : https://2.bp.blogspot.com/-1ccf2G9XGO4/VLB7jRIkCqI/AAAAAAAABLI/yzK5zoGXxU4/s1600/topologi+ring.jpg

Topologi ring atau cincin merupakan salah satu topologi jaringan yang menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya dalam suatu rangkaian melingkar, mirip dengan cincin. Biasanya topologi ini hanya menggunakan LANcard untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya.
Kelebihan Topologi Ring :
- Proses instalasi yang menghebat kebutuhan kabel.
- Proses instalasi yang cukup mudah.
- Biaya instalasi yang murah.
- Semua client dianggap sama karena berada dalam satu jalur backbone


Kekurangan Topologi Ring :
- Tingkat keamanan yang kurang
Troubleshooting yang sulit untuk ditangani.
- Jika salat satu koneksi terputus maka koneksi yang lain akan ikut terputus.
- Jaringan bersifat kaku dan tidak dapat dikembangkan untuk kedepannya. 


5. Topologi Tree

Sumber : https://4.bp.blogspot.com/-zYU8y2hxRSM/VLCec5cP4bI/AAAAAAAABLw/G25e4lerhxU/s1600/topologi+tree.jpg

Topologi tree atau pohon merupakan topologi gabungan antara topologi star dan juga topologi bus. Topologi jaringan ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda-beda.
Kelebihan Topologi Tree :
- Merupakan jaringan yang besar sehingga dapat mengelompokaan antara satu topologi
dengan topologi yang lainnya.
- Keamanan yang sangat terhandel.

Kekurangan Topologi Tree :
- Proses instalasi yang rumit
Troubleshooting yang tidak mudah karena mencakup jaringan yang besar.
- Biaya instalasi yang mahal.
- Kinerja jaringan akan menjadi lambat karena user pengguna semakin banyak.


6. Topologi Mesh

Sumber : https://2.bp.blogspot.com/-HNPyqknfmeY/VLB7kMUzJ9I/AAAAAAAABK4/dIUI7mBVdqU/s1600/topologi+smesh.jpg

Topologi mesh merupakan bentuk topologi yang sangat cocok dalam hal pemilihan rute yang banyak. Hal tersebut berfungsi sebagai jalur backup pada saat jalur lain mengalami masalah.
Kelebihan Topologi Mesh :
- Jalur pengiriman data yang digunakan cukup banyak.
- Tidak berebut jalur pada saat proses pengiriman data.
Bandwidth yang cukup lebar.
- Teknik security yang baik pada topologi ini.
- Mempunyai jalur cadangan untuk dilewati beberapa paket data. 

Kekurangan Topologi Mesh :
- Saat proses instlasi sangat membutuhkan banyak kabel karena jalur yang digunakan
sangat banyak.
- Menjadikan tempat instalasi sangat sempit dan terkesan tidak rapi.
- Proses instalasi jaringan yang cukup rumit karena harus menyambungkan jalur satu per
satu antar PC komputer.
- Memakan biaya instalasi yang mahal karena membutuhkan banyak kabel. 


JARINGAN KOMPUTER BERDASARKAN JANGKAUAN GEOGRAFIS
Berdasarkan letak geografis inilah, jaringan komputer dapat diklasifikasikan menjadi empat kelompok yaitu sebagai berikut.
1. LAN (Local Area Network)

Sumber : http://www.bbc.co.uk/staticarchive/30dd6ccf1df35e81482db0b2e1f3f62edd760733.gif

LAN (Local Area Network) merupakan jaringan komputer terkecil untuk pemakaian pribadi. LAN memiliki skala jangkauan mencakup 1 KM hingga 10 KM, dalam bentuk koneksi wired (kabel), wireless (nirkabel), maupun kombinasi keduanya. Umumnya LAN lebih banyak diimplementasikan pada sebuah ruangan maupun sebuah gedung. Jaringan ini bersifat privat maka hanya diperuntukkan bagi pengguna di dalam internal organisasi/perusahaan/instansi/ruangan bersangkutan saja.

2. MAN (Metropolitan Area Network)

Sumber : http://2.bp.blogspot.com/-9yHESyYG2JU/T7ZFxUPpo5I/AAAAAAAAAAk/VkQm1wX_3Ys/s1600/MAN.jpg

MAN (Metropolitan Area Network) merupakan jaringan komputer yang memiliki cakupan area dan luas yang lebih besar dibandingkan LAN. MAN memiliki jarak jangkauan antara 10 KM hingga 50 KM. Wilayah jangkauan MAN dapat mencakup sebuah wilayah kota, yang didalamnya terdapat banyak gedung dan pemukiman. Ini berarti di dalam sebuah MAN telah terintegrasi banyak LAN yang berasal dari berbagai gedung dan pemukiman yang ada.

3. WAN (Wide Area Network)


Sumber : https://ccnatutor.files.wordpress.com/2012/04/479a3979d66a4wide_area_network.gif

WAN (Wide Area Network) merupakan jaringan komputer yang lebih luas dari MAN, dengan cakupan area seluas sebuah negara atau benua. WAN terdiri atas dua atau lebih MAN di dalamnya. Setiap MAN tersebut terdiri atas dua atau lebih LAN di dalamnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa WAN ini merupakan gabungan dari sejumlah jaringan komputer yang berada dalam satu kawasan seluas sebuah negara ataupun benua. Bentuk komunikasi antar komputer di dalam WAN memerlukan adanya perangkat penghubung, salah satunya berupa Router. Fungsi dari Router adalah membantu di dalam merutekan jalur yang akan ditempuh oleh paket data di dalam proses transmisi paket data dan komunikasi antarkomputer di dalam WAN tersebut.

4. Internet

Sumber : https://103cyberschoolcomunity.files.wordpress.com/2014/09/huaaaa.jpg

Internet atau Interconnection Networking (keterhubungan antar jaringan) merupakan jaringan komputer yang terluas, dengan cakupan seluruh planet bumi ini. Internet menghubungkan semua WAN, MAN, dan LAN di dalamnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa Internet terdiri atas semua komputer dan perangkat lainnya ke dalam satu jaringan komputer terbesar di dunia, yang menghubungkan setiap gedung, setiap tempat, setiap pengguna komputer, dari berbagai daerah, kota, negara, pulau, benua, di dalam kesatuan alam bumi ini.



4.         Syarat Sebuah Jaringan Komputer
Berdasarkan definisi mengenai jaringan computer, maka untuk dapat disebut sebagai sebuah jaringan komputer, terdapat empat buah syarat yang harus dipenuhi. Keempat syarat tersebut yaitu :
      1. Minimal terdapat dua buah perangkat/komputer yang terhubung. Hubungan ini dapat menggunakan sarana kabel (wired) maupun nirkabel (wireless).
2.      Terdapat pengguna di dalamnya yang berinteraksi dengan pengguna lainnya maupun terhadap layanan dan penyedia layanan.
3.      Terdapat data yang dipertukarkan di dalamnya. Selain data juga terdapat konten (teks, multimedia) maupun informasi (hasil pengolahan data).
4.      Terdapat pemakaian secara bersama-sama (sharing) terhadap perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).
II.      PEMODELAN LAYER DI DALAM JARINGAN KOMPUTER : OSI 7 LAYER, TCP/IP 4 LAYER, TCP/IP 5 LAYER
Di dalam jaringan komputer, terdapat pemodelan secara hirarki untuk menggambarkan secara jelas tugas dari setiap lapisan pada jaringan komputer, terkait dengan proses pengiriman dan penerimaan paket data dari komputer pengirim ke komputer penerima. Selain itu, pemodelan secara hirarki ini juga turut menjelaskan fungsi-fungsi dari setiap lapisan di dalamnya terkait dengan jaringan komputer, yang meliputi perangkat keras jaringan komputer (hardware) dan perangkat lunak jaringan komputer (software). Lapisan-lapisan inilah yang disebut dengan pemodelan layer pada jaringan komputer (Layering Model).
Secara umum, pemodelan layer pada jaringan komputer memiliki dua buah model utama. Kedua model utama tersebut meliputi pemodelan layer OSI (Open System Interconnection) dan pemodelan layer TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Pemodelan Layer TCP/IP kemudian terbagi atas pemodelan layer TCP/IP versi umum dan pemodelan layer TCP/IP versi Forouzan.
1.         Pemodelan Layer OSI 7 Layer
Pemodelan layer OSI (Open System Interconnection) merupakan pemodelan yang pertama kali digunakan di dalam jaringan komputer dan ditetapkan oleh ISO (International Standard Organization). Pemodelan layer ini menjadi pedoman di dalam jaringan komputer sejak awal jaringan komputer tercipta. Selain itu, pemodelan layer OSI juga masih tetap digunakan hingga saat ini, terutama konsep dasar di dalamnya.
Secara konseptual, pada pemodelan layer OSI terdapat tujuh buah layer di dalamnya. Anda dapat membayangkan ketujuh buah layer tersebut sebagai tujuh buah lapisan yang ditumpuk dari atas ke bawah. Ketujuh buah layer ini memiliki fungsi masing-masing di dalam jaringan komputer. Pada setiap layer, paket data yang dikirimkan memiliki sebutan nama yang berbeda.
Ketujuh buah layer pada pemodelan layer OSI tersebut (dari bawah ke atas) meliputi Physical Layer, Data Link Layer, Network Layer, Transport Layer, Session Layer, Presentation Layer, dan Application Layer.
1.1       Fungsi Masing-Masing Layer pada OSI 7 Layer
Ketujuh buah layer pada pemodelan layer OSI tersebut (dari bawah ke atas) meliputi Physical Layer, Data Link Layer, Network Layer, Transport Layer, Session Layer, Presentation Layer, dan Application Layer.
1.1.1    Physical Layer
Physical Layer (layer fisik) merupakan layer di lapisan pertama (terbawah) pada pemodelan layer OSI. Sesuai dengan namanya, lapisan (layer) ini lebih bayak menangani perangkat fisik (hardware) pada jaringan komputer. Termasuk juga di dalamnya pengolahan sinyal, baik digital maupun analog.
Beberapa fungsi penting tersebut antara lain sebagai berikut :
      1.      Sebagai media transmisi jaringan secara fisik melalui kabel jaringan (wired).
2.      Ikut menentukan di dalam proses pengabelan (missal dengan RG45).
3.      Ikut menentukan di dalam topologi jaringan, baik dengan Topologi Bus, Ring, Star.
4.      Membantu di dalam proses pensinyalan.
5.      Membantu di dalam proses sinkronisasi bit data.

1.1.2    Data Link Layer
Merupakan layer di lapis kedua dan berada satu lapis d atas Physical Layer. Data Link Layer memiliki sejumlah fungsi penting di dalam jaringan komputer, khususnya terkait dengan kontrol data dan kesalahan, pengalamatan fisik, serta dengan perangkat keras dan perangkat lunak.
Beberapa fungsi tersebut antara lain :
      1.      Membantu di dalam melakukan koreksi kesalahan terhadap aliran paket data (Error Control).
2.      Membantu di dalam melakukan kontrol terhadap aliran paket data (Flow Control).
3.      Menentukan operasi dari perangkat-perangkat keras (hardware) penghubung jaringan, yang meliputi hub, switch, dan router.
4.      Ikut serta menentukan pengalamatan perangkat keras dengan bantuan protocol ARP (Address Resolution Protocol) dan MAC (Media Access Control) Address.

1.1.3    Network Layer
Network Layer merupakan layer di lapis ketiga dan berada satu lapis di atas Data Link Layer. Network Layer memiliki sejumlah fungsi penting di dalam jaringan komputer. Beberapa fungsi tersebut antara lain :
      1.     Membantu di dalam mendefinisikan alamat komputer di dalam jaringan melalui tatap muka sistem operasi dan aplikasi.
2.      Membantu di dalam pembuatan header dari paket data (Packet Header).
3.      Terlibat di dalam proses Routing.

1.1.4    Transport Layer
Transport Layer merupakan layer di lapis keempat ( di atas Network Layer). Transport Layer memiliki sejumlah fungsi penting di dalam jaringan komputer. Beberapa fungsi tersebut antara lain :
      1.      Untuk memecah paket data ke dalam beberapa buah unit paket data.
2.      Memberikan penomoran untuk setiap pecahan paket data.
3.      Membantu di dalam proses datagram paket data, terkait dengan pemecahan paket data menjadi unit-unit terkecil, pembungkusan pecahan paket data (Encapsulation), dan pembukaan bungkusan paket data (Decapsulation).

1.1.5    Session Layer
Session Layer merupakan layer di lapis kelima dan berada di atas  Transport Layer. Sesuai dengan namanya, Session Layer memiliki sejumlah fungsi penting terkait dengan sesi penting di dalam jaringan komputer. Antara lain sebagai berikut :
      1.      Melakukan proses pendefinisian dan pembuatan koneksi.
2.      Melakukan pemeliharaan koneksi.
3.      Melakukan penghancuran koneksi (Destroy).

1.1.6 Presentation Layer
Presentation Layer merupakan layer di lapis keenam yang berada di atas Session Layer. Sesuai dengan namanya, Presentation Layer bertugas menterjemahkan data yang ditransmisikan oleh jaringan komputer. Penerjemahan data yang ditransmisikan oleh perangkat lunak di dalam jaringan komputer ke dalam format standar yang dapat dipahami oleh komputer penerima maupun entitas lainnya di dalam jaringan komputer, sangat diperlukan  dan penting. Untuk itulah Presentation Layer bertugas untuk melakukan penerjemahan ini di dalam proses transmisi paket data.

1.1.7    Application Layer
Application Layer merupakan layer di lapis ketujuh (teratas). Aplication Layer memiliki sejumlah fungsi penting di dalam jaringan komputer. Beberapa fungsi tersebut antara lain :   
      1.      Mendefinisikan spesifikasi aplikasi untuk dapat berkomunikasi di dalam jaringan komputer.
2.      Sebagai antar muka (interface) aplikasi dengan jaringan.
3.      Memebantu di dalam pengaksesan jaringan.

1.2       Protokol Masing-Masing Layer pada OSI 7 Layer
Ketujuh buah layer pada pemodelan layer OSI tersebut (dari bawah ke atas) meliputi Physical Layer, Data Link Layer, Network Layer, Transport Layer, Session Layer, Presentation Layer, dan Application Layer.
1.2.1    Physical Layer
Physical Layer tidak mempunyai protokol yan spesifik di layer ini, karena pada layer ini hanya mengirimkan bit bit data.

1.2.2    Data Link Layer
      1.      PPP (Point to Point Protocol)
Protokol yang digunakan untuk point to point pada suatu jaringan.
2.      SLIP (Serial Line Internet Protocol)
Protokol yang digunakan untuk menyambung serial.

1.2.3    Network Layer
      1.      IP (Internetworking Protocol)
    Mekanisme transmisi yang digunakan untuk menstransportasikan data dalam-dalam paket yang disebut datagram.
2.      ARP (Address Resulotion Protocol)
Protokol yang digunakan untuk mengetahui alamat IP berdasarkan alamat fisik dari sebuah komputer.
3.      RARP (Reverse Address Resulotion Protocol)
Protokol yang digunakan untuk mengetahui alamat fisik melalui IP komputer.
4.      ICMP (Internet Control Message Protocol)
Mekanisme yang digunakan oleh sejumlah host untuk mengirim notifikasi datagram yang mengalami masalah pada hostnya.
5.      IGMP (Internet Group Message Protocol)
Protokol yang digunakan untuk memberi fasilitas message yang simultan kepada group penerima.

1.2.4    Transport Layer
      1.      TCP (Trasmission Control Protocol)
Protokol yang menyediakan layanan penuh lapisan transport untuk aplikasi.
2.      UDP (User Datagram Protocol)
Protokol connectionless dan proses-to-procces yang hanya menambahkan alamat port, cheksum error control dan panjang informasi data pada layer di atasnya.

1.2.5    Session Layer
      1.      NETBIOS
Berfungsi sebagai penyiaran pesan maksud nya memungkinkan user mengirim pesan tunggal secara serempak ke komputer lain yang terkoneksi.
2.      NETBEUI (NETBIOS Extended User Interface)
Berfungsi sama dengat NETBIOS hanya sedikit di kembangkan lagi dengan menambahkan fungsi yang memungkinkan bekerja dengan beragam perangkat keras dan perangkat lunak.
3.      ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol)
Berfungsi protokol ini memantau aliran datadiantara dua komputer dan untuk memeriksa aliran data tersebut tidak terputus.
4.      PAP (Printer Access Protocol)
Berfungsi printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk dan untuk mengendalikan bagaimana pola komunikasi antar node.
5.      SPDU (Session Protokol Data unit)
Berfungsi mendukung hubungan antara dua session service user.

1.2.6 Presentation Layer
      1.      TELNET
Protokol yang digunakan untuk akses remote masuk ke suatu host, data berjalan secara lain teks.
2.      SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
Salah satu protokol yang biasa digunakan dalam pengiriman e-mail di internet atau untuk mengirimkan data dari komputer pengirim e-mail ke server e-mail penerima.
3.      SNMP (Simple Network Management Protocol)
Protokol yang digunakan dalam suatu manajemen jaringan.

1.2.7    Application Layer
      1.      HTTP (Hyper Text Transfer Protokol)
Protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dan web dalam sebuah web browser, melalui www. HTTP juga merupakan protokol yang meminta dan menjawab antar klien dan server.
2.      FTP (File Transfer Protokol)
Protokol internet yang berjalam dalam layer aplikasi yang merupakan standar untuk mentransfer file komputer antar mesin-mesin dalam sebuat  jaringan internet.
3.      NFS (Network File system)
Jaringan protokol yang memungkinkan pengguna di klien komputer untuk menngakses file melalui jaringan dengan cara yang sama dengan bagaiman penyimpanan lokal yang diaksesnya.
4.      DNS (Domain Name System)
Protokol yang digunakkan untuk memberikan suatu nama domain pada sebuah alamat IP agar lebih mudah diingat.
5.      POP3 (Post Office Protocol)
Protokol yang digunakan untuk mengambil mail dari suatu mail transfer agent yang akhirnya mail tersebut akan di dowbload kedalam jaringan local.
6.      MIME (Multipurpose Internet Mail Exension)
Protokol yang digunakan untuk mengirim file binary dalam bentuk teks.
7.      SMB (Server Messange Block)
Protokol yang digunakan untuk mentransfer server-server file ke DOS dan Windows.
8.      NNTP (Network News Transfer Protocol)
Protokol yang digunakan untuk menerima dan mengirim newsgroup.
9.      DHCP (Dynamic Configuration Protocol)
Layanan yang memberikan no IP kepada komputer yang meminta nya secara otomatis.

2.         Pemodelan Layer TCP/IP (Versi Umum)
Pemodelan Layer TCP/IP muncul sebab akibat dari adanya beragam kekurangan pada pemodelan layer OSI serta pemodelan layer OSI mulai tidak relevan dengan perkembangan zaman, terutamanya aplikasi dan jaringan komputer itu sendiri. Meskipun secara konseptual, pemodelan layer OSI masih tetap dipakai di dalam ilmu Jaringan Komputer. Pemodelan Layer TCP/IP lebih simple dan ringkas dengan hanya empat layer saja di dalamnya. Pemodelan Layer TCP/IP menggunakan konsep paket protocol TCP/IP yang memiliki empat buah subrpotokol di dalamnya, yang kemudian menjadi keempat layer pada pemodelan layer TCP/IP ini.
2.1       Fungsi Masing-Masing Layer pada Layer TCP/IP (Versi Umum)
Berikut ini akan dibahas keempat layer (dari bawah ke atas) pada pemodelan Layer TCP/IP versi umum beserta dengan fungsi masing-masing layer dan penamaan untuk setiap paket data di dalamnya.
2.1.1    Link Layer (Data Link/Network Access)
Link Layer (Data Link/Network Access) merupakan layer terbawah pada pemodelan layer TCP/IP. Link Layer berfungsi untuk menjelaskan protocol yang digunakan pada topologi jaringan, interface yang digunakan, flow control dan sebagainya. Secara umum layer ini berfungsi untuk mendefinisikan beragam metode di dalam jaringan ke dalam lingkup link local jaringan pada komputer yang sedang berkomunikasi. Pada layer ini unit data disebut dengan Frame, yang terdiri atas Frame Header , Frame Data, dan Frame Footer. Link Layer (Data Link/Network Access) dapat disetarakan dengan Physical Layer dan Data Link Layer pada pemodelan layer OSI.

2.1.2    Internet Layer
Internet Layer yaitu layer di lapis kedua (di atas Link Layer/Data Link/Network Access) yang berfungsi untuk pergantian datagram pada jaringan. Layer ini menyediakan interface jaringan yang seragam, dengan menyembunyikan topologi yang digunakan. Selain itu, layer ini juga mengurusi pengalamatan dan routing. Itu sebabnya pada layer ini terdapat IP header dan IP data. Internet Layer dapat disetarakan dengan Network Layer pada pemodelan layer OSI.

2.1.3    Transport Layer
Transport Layer yaitu layer di lapis ketiga (di atas Internet Layer) yang berfungsi untuk menyediakan konektivitas antarproses (end to end service), channel pergantian data untuk aplikasi, transmisi end to end message, dengan menggunakan TCP (untuk connection oriented) dan UDP (untuk connectionless). Transport Layer dapat disetarakan dengan Transport Layer pada pemodelan layer OSI.

2.1.4    Application Layer
Application Layer yaitu layer di lapis teratas yang berfungsi untuk komunikasi data antar aplikasi dan komputer (dalam hal ini disebut peer). Beberapa protocol jaringan berjalan di layer ini, antara lain SMTP, HTTP, FTP. Application Layer settara dengan Session Layer, Presentation Layer, dan Application Layer pada pemodelan layer OSI.

3.         Pemodelan Layer TCP/IP (Versi Forouzan)
Dibandingkan dengan pemodelan layer TCP/IP secara umum, pada pemodelan layer TCP/IP versi Forouzan terdpat penambahan satu layer di lapisan terbawah, yaitu Physical Layer. Nilai lebih dari pemodelan layer TCP/IP versi Forouzan ini adalah dilibatkannya perangkat fisik (beserta dengan proses di dalamnya dan fungsionalitasnya) sebagai sebuah layer tersendiri bernama Physical Layer dan berada di lapisan terbawah ( Di bawah Data Link Layer). Hal ini juga menjadikan pemodelan layer TCP/IP versi Forouzan sedikit mirip dengan pemodelan layer OSI, namun lebih ringkas dan padat dibandingkan pemodelan layer OSI, karena hanya memiliki lima buah layer saja di dalamnya.
3.1       Fungsi Masing-Masing Layer pada Layer TCP/IP (Versi Forouzan)
Berikut ini akan dibahas kelima layer (dari bawah ke atas) pada pemodelan Layer TCP/IP versi Forouzan beserta dengan fungsi masing-masing layer dan penamaan untuk setiap paket data di dalamnya.
3.1.1    Physical Layer
Physical Layer merupakan layer terbawah pada pemodelan layer TCP/IP versi Forouzan. Physical Layer berkaitan erat dengan koneksi wired (kabel) pada jaringan komputer dan berhubungan dengan fisik dari jaringan komputer, yang mencakup perangkat keras pengubung pada jaringan komputer, pensinyalan, bit data, transmisi data dalam bentuk analog dan digital, serta media transmisi di dalam jaringan komputer. Pada Physical Layer, paket data disebut dengan bit. Physical Layer memiliki sejumlah fungsi penting di dalam jaringan komputer. Beberapa fungsi penting tersebut antara lain :
      1.    Menjadi media transmisi secara (wired connection/koneksi melalui kabel) pada jaringan komputer, termasuk juga di dalamnya transmisi digital dan analog.
2.      Berperan di dalam proses topologi jaringan.
3.      Berperan di dalam proses pensinyalan, dalam hal ini mencakup digital dan analog.
4.      Berperan di dalam proses bit data m sinkronisasi bit data, bit rate.
5.      Terkait dengan koneksi wired pada Physical Layer, maka Physical Layer juga berperan di dalam proses pengabelan ( missal dengan RG 45).

3.1.2    Data Link Layer
Data Link Layer pada pemodelan layer TCP/IP versi Forouzan memiliki definisi dan fungsionalitas yang sama dengan Data Link (Network Access/Link Layer) pada pemodelan TCP/IP versi umum.

3.1.2    Network Layer
Network Layer pada pemodelan layer TCP/IP versi Forouzan memiliki definisi dan fungsionalitas yang sama dengan Network Layer pada pemodelan TCP/IP versi umum.

3.1.2    Transport Layer
Transport Layer pada pemodelan layer TCP/IP versi Forouzan memiliki definisi dan fungsionalitas yang sama dengan Transport Layer pada pemodelan TCP/IP versi umum.

3.1.2    Application Layer
Application Layer pada pemodelan layer TCP/IP versi Forouzan memiliki definisi dan fungsionalitas yang sama dengan Application Layer pada pemodelan TCP/IP versi umum.

Tabel Perbandingan pemodelan layer OSI dan layer TCP/IP Versi Umum
TCP/IP
Layer ke
OSI Model
Application
1
Application
2
Presentation
3
Session
Transport
4
Transport
Internet
5
Network
Link/Network Access
6
Data Link
7
Physical

Tabel Perbandingan pemodelan layer TCP/IP Versi Umum dan Versi Forouzan
TCP/IP Model Umum
Layer ke
Layer ke
TCP/IP Model Forouzan
Device Jaringan
-
1
Physical Layer
Link Layer/Network Access
1
2
Data Link
Network
2
3
Network
Transport
3
4
Transport
Application
4
5
Application



Referensi :
Eka Pratama, I Putu Agus. Handbook Jaringan Komputer. Informatika. Bandung. 2014.
Wijaya, Ari Angga. "Mengenal Berbagai Macam Topologi Jaringan serta Kelebihan dan Kekurangannya". http://ilmukomputer.org/ .
Kamalia, Adiba. “PENGERTIAN, FUNGSI DAN PROTOCOL PADA OSILAYER”. http://www.academia.edu/8419845/PENGERTIAN_FUNGSI_DAN_PROTOCOL_PADA_OSILAYER

Adi Triginarsa

Developer

Mahasiswa Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana yang simpel dan seorang gamers